Senin, 02 Agustus 2010

PAHLawan atau PPemimpin?????

..sorang Pahlawan....tidakLah seseorang yang berada diawaL garis start dan di awaL garis finishh...

taPi seorang pahlawan...adaLah...seseorang yang seharusnya..berada diaKhir garis start..dan di akhir..barisan menuju garis finish..

kNapa????

karena seorang pahlawan harus..menggerakkan semua orang untuk maJu..... samPai...orang2 itu benar2..mamppu....mencapai apa yang menjadi Tujuan mereKa.......

BAGAIMANA DENGAN SEORANG PEmimpin??

pemimpin............:D
seorang yang yang berada diawal garis start dan pertama menginjak GAris finishh.......

knapaaa????
karena seorang pemimpin....akan menarik....orang-orang yang tidak mau untuk mempercayai diri mereka sendiri...........untuk mulai mencari jati diri untuk bisa survive.....
dan seorang pemimpin akan lebih duLu menginjak garis finish,...untuk terus menarikkk orang-orang itu...untuk tetap selamanya...MEMPErcayai..kemampuan diri mereka sendiri.......

PAHLawan atau PPemimpin?????
........
dua karakter yang berbeda...naMUn.,...memiliki sebuah rasa untuk menjadikan diri mereka seorang yang bermakna,,,,,
bermakna,,untuk diri mereka sendiri...bahkan sangat bermakna bagi orang lain......


sO, Lets Play....to be a Hero or to be a leader....
coz... IF u can _ U can dO 'jn_31"

Minggu, 01 Agustus 2010

ia itu saya.."BUKANNYa INI LHO saya.......

wuiss..wuisss.....
hmm...

ia itu saya "BUKANNYa INI Lho saya....

ya jelas la.....,,kalo mau ngomong gitu..jadi pecundang aja....
knapa saya bisa bIlang gtu.....

seseorang yang besar (bukannya gede badan ya..Hiiii)......gag akan nunjukkin dia itu siapa.....karena dia terlalu primitif untuk ngomong gtu...., malahan seseorang yang besar..akan dicari....ditempat sesempit apapun untuk dia bersembunyi......

jiahh...tapi emang susah ya..kalo seseorang itu belom jadi besar....(ahaaahahha,,BUKAN RAKSAASA)....
tapi kan apa salahnya bisa jadi seseorrang yang besar itu.......
karna menjadi seseorang yang besar menuurut saya..gag mesti diumbar..tapi mesti ada pembuktian...dan pembuktian itu bener-bener nyata bisa buat semua orang bahagia.......dan tertawa kalo bisa.....

inget......satu-dua orang musuhin kita mungkin wajar..
tapi kalo semua orang memandang sinis kita,bahkan musuhin kita...ITU GAK WAJAR KAWAN........

jadi ..menjadi seseorang yang besar itu harus INTROSPEKSI.....
dan jadilah pemeNANG SEJATI....ocreeeeeeeeee

Sabtu, 31 Juli 2010

THE POWER OF YOU...

hahhahahaha...

dalam tawa ini ..aku sedikit puasss...
ada kemenangan sejati dibalik...sedikit kekecewaanku...

tapi satu haLL...
"THE POWER OF YOU"

itu benar2 ada dalam diri kamu...
saat kamu merasa ingin menjadi seorang pribadi yang lain....disitulah kamu benar-benar melakukan kesalahan...

..sekali lagi "the POWER OF YOu...
jngan pernah berfikir lagi deh tuk jadi diri orang lainn...karna kamu gag bakal naek2....

asal kamu tauu....kamu itu punya kekuatan yang dahsyaaaaaaaaaattt banget...
sedahsyatt keyakinan kamu..kalo kamu bener2 percaya sama dirikamu.....
oceeeeeeeeeeeee...

gha gha...ngomong apa sii....

tapi intinya..inget yaa...
THE POWER OF YOU...

give spiirit...for u.and for me

Sabtu, 06 Februari 2010

“ gubrakkkk….,” bunyi yang terdengar dari sudut meja perpustakaan kampus orange.
”…haduw……,sssttt sakit juga dengkul ku……”,bisik gadis yang memakai kemeja putih dengan kaus dalam dengan wana yang senada dengan kemejanya. Gadis itu pun cepat-cepat berlalu. Ternyata gadis itu yang menimbulkan suara gaduh, sehingga orang-orang disekitar mengalihkan perhatian sebentar kearah meja yang diatasnya tertinggal sebuah flashdisk unik dengan tali yang mencolok sehingga menarik untuk dipandang.

Raka, seorang maniak buku yang sedang tergesa-gesa masuk perpustakaan langsung menuju rak buku biologi dan mengambil buku General zoology karangan Storer itu langsung menuju meja yang sebelumnya ditinggalkan oleh seorang gadis yang cepat-cepat pergi tanpa teringat untuk membawa flashdisk miliknya. Raka hanya asik membaca buku karangan Storer itu sambil menulis kutipan-kutipan penting yang ada dalam buku itu, setelah selesai mencatat tanpa sadar Raka memasukan semua barang miliknya yang ada diatas meja. Tanpa Raka sadari, Raka telah memasukkan flashdisk gadis yang tertinggal diatas meja yang hampir satu jam ia tempati.

Sore hari di rumah Raka, Dio dating. Dio si gendut sahabat Raka dating untuk mengkopi lagu-lagu yang selalu di update oleh Raka.

“ mana lagu pesenanku ka?”, sela Dio yang langsung masuk kamar Raka tanpa pernah permisi.
” tu, ambil aja di flashdisk..dasar gendut!”,jawab Raka tanpa berkomentar lebih panjang. Dio lansung memasukkan flashdisk yang diambilnya dari tas Raka kedalam laptop kesayangannya.
”PLAY!...........”, Dio bersemngat memutar isi flashdisk Raka.
Mati - hanya memerlukan sedikit waktu --
Mereka mengatakan tidak sakit --
Ini hanya samar ..............
kisah memilukan...
hnya menjadi sebuah.....kenangan,,
akankah?...........”
sebuah ungkapan panjang terekam di flashdisk yang diputar Dio.

Raka terperanjat, langsung mendekat kearah Dio yang juga ternganga dengan ucapan yang terputar dalam laptopnya.
Raka dan Dio saling berpandangan. Tiba-tiba alunan lagu Shania Twain “you’re still the one” mengalun dengan recycle melodi menyambung kata-kata seorang gadis yang terdengar sebelumnya.
”…… You're still the one I run to…

The one that I belong to…

You're still the one I want for life….

You're still the one…

You're still the one that I love…..

The only one I dream of…..

You're still the one I kiss good night……….., seSak...sangat sesak....
menahan..butiran kecil menetes...
seLAlu menetes dalM hati yang perih karena sayatn luka begitu dalm.....
namun tertutupi dengan senyum simpul kebohongan semata.........................”
bunyi suara dalam laptop Dio terhenti setelah diakhiri tangisan seorang gadis.

“gila…….,gila….gila! siapa ni cewek ka? Kamu apain dia sampe gini hasilnya?” Dio terus menggeleng-gelengkan kepalanya.

“mana aku tahu, sumpah aku gak tau apa-apa ni…..ni flashdisk siapa lagi yang kamu pasang!”…..sambil melihat kearah flashdisk yang terpasang di laptop Dio
”pulang sana!....aku pengen sendiri dulu……entar aku anter mp3 yang baru aku beli khusus buat kamu ndut…! Kata Raka sambil mencabut flashdisk yang terpasang di laptop Dio dan mendorong Dio keluar dari kamarnya sambil menutup pintu kamar.

Mata Raka sekarang hanya tertuju pada flashdisk kecil digenggaman telapak tangannya, sambil memutar ulang kata-kata yang barusan didengarnya dengan fikiran yang bertanya-tanya. Hamper setengah jam Raka berfikir, yang ada difikirannya adalah siapa gadis yang mengungkapkan curahan hatinya kedalam rekaman yang dimasukan kedalam flashdisk itu.

“aku, Raka! Berjanji menemukan siapa gadis yang merasa sendiri ini…dan aku akan menjadi sahabatnya apapun keadaannya, dan aku harus tau apa yang sebenarnya terjadi ……dan biarkan ini terjadi…….

Bersambung……………………..

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

1. 1 Pemisahan dan Pemurnian

Rekristalisasi merupakan salah satu cara pemurnian zat padat ,dimana zat-zat padat tersebut dikristalisasi kembali. Cara ini bergantung pada kelarutan pelarut tertentu dikala suhu diperbesar.

Karena konsentrasi impurity biasanya lebih kecil dari zat yangdimurnikan ,bila dingin,maka impurity yang rendah dan dalam zat yang berkonsentrasi tinggi mengendap. (Arsyad)

Ada beberapa cara pemisahan campuran:* Filtrasi (penyaringan) pemisahan zat padat dari cairan melalui saringan yang berpori. *Kristalisasi (penghabluran) pmisahan untuk memperoleh zat padat yang larut dalam cairan. Terbagi 2 yaitu: pengupan dan pendinginan. * Destilasi(penyulingan) cara memperoleh cairan yang dikotori zat terlarut dan bercampur dengan cairan lain yang titik didihnya berbeda.(Ronald sitorus)

2. 2 Stoikiometri

Thomas (1988), menyatakan bahwa Stoikiometri dari suatu senyawa dapat mempelajari dalam kinetika kimia.

Departemen pendidikan dan kebudayaan, menyatakan bahwa Stiokiometri berkaitan dengan hubungan kuantitatif antara unsur dalam suatu senyawa dan antar zat dalam suatu reaksi.

Michael purba (1985), menyatakan bahwa stoikiometri adalah pengetahuan tentang masa atom dan masa molekul.

J. A Hunt (1985), menyatakan bahwa Stoikiometri dari suatu senyawa dinyatakan dalam rumus kimia.

Stokes B. J (1985), menyatakan bahwa Stoikiometri mempunyai peranan yang sangat penting dalam pengembangan suatu eksperimen maupun dalam suatu perindustrian, dimana kita dapat mencampurkan zat pereaksi dalam jumlah yang sesuai serta dapat memperkirakan jumlah yang sangat besar.

2. 3 Faktor-faktor yang Mempengaruhi Laju Reaksi

Aswad (2001) mengatakan, bahwa Faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi adalah benda-benda yang mempengaruhi konsentrasi, besar partikel dan temperature atas laju reaksi.

Bird (1993) mengatakan, bahwa kecepatan reaksi tergantung pada ion yang mengandung asam dan dengan adanya natriuum tiosulfat maka akan membebaskan iodium telah diasamkan dengan asam sulfat.

Konnaso (1991) mengatakan, bahwa factor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi adalah pengaruh konsentrasi, pengaruh besar partikel atas laju reaksi, pengaruh temperature atas laju reaksi, pada temperature-temperatur atas laju reaksi ini tergantung pada zat-zat pereaksi.

Sahma (1997) mengatakan , bahwa laju pertumbuhan butir seng merupakan factor lain yang mempengaruhi ukuran balon yang akan mengalami pengembangan yang sangat cepat karena dipengaruhi oleh larutan asam klorida dan butiran seng.

Whiskia (1994) mengatakan, bahwa salah satu metode penentuan orde reaksi menurut waktu atau reaksi awal dari sederet percobaan. Metode membutuhkan pemetaan yang tepat dari fungsi konsentrasi pereaksi antara waktu yang dipergunakan untuk mendapatkan hasil yang tepat.

1. 4 Kromatografi

Kromatografi adalah suatu tekhnik pemisahan dan pengidentifikasian campuran berdasarkan perbedaan suatu kecepatan perambatan komponen dalam medium tertentu dan pada kromatografi, komponen-komponennya akan dipisahkan antara dua buah fase yaitu fase diam dan fase gerak. Di fase diam akan menahan komponen campuran sedangkan fase gerak akan melarutkan zat komponen campuran. Komponen diam yang mudah tertahan pada fase diam akan tertinggal dan komponen yang mudah larut dalam fase gerak akan dapat bergerak lebih cepat.

Kertas Kromatografi dibuat dari serat selulosa dan selulosa merupakan polimer dari gula sederhana, yaitu glukosa. Kompleksitas timbul karena serat-serat selulosa berantraksi dengan uap air dari atmosfir sebagaimana dalam hal air yang timbul pada saat pembuatan kertas. Oleh karena itu kertas sebagai serat-serat selulosa dengan lapisan yang sangat tipis dari molekul-molekul air yang telah berikatan pada permukaan.

2. 5 Redoks

Menurut Martoyo (1994: 192) “Reaksi dalam suasana asam (H+) berbeda dengan redoks dalam suasana basa (OH-). Persamaan reaksi redoks dap[at dilakukan dengan dua cara yaitu ½ (setengah) reaksi atau metode bilangan oksidasi. Dalam reaksi kimia yang terjadi pada sel elektrokimia berlangsung spontan dan menghasilkan arus listrik yang sangat berguna”

Purba mengatakan (1994: 203) “reaksi kimia yang disertai dengan perubahan bilangan oksidasi disebut reaksi redoks. Reduksi adalah penyerapan elektron atau penurunan bilangan oksidasi dan oksidasi adalah penangkapan elektron atau kenaikan bilangan oksidasi dan pelepasan elektron.”

Menurut Parning (2001: 105) “Sel eletrolisis ion positif (kation) dari larutan elektrolit akan tertarik ke katoda, selanjutnya mengalami reduksi menjadi atom netral. Ion negatif (anion) akan tertarik ke anoda selanjutnya teroksidasi sehingga menjadi atom netral. Pada elektrolisi, reaksi terjadi pada anoda dan reaksi reduksi terjadi pada katoda yang berarti sama seperti sevolta.”

Menurut Sutresna (1994: 122) “Reaksi redoks adalah reaksi penerima dan pelepasan elektron (adanya transfer elektron). Sedangkan reaksi oksidasi adalah pelepasan elektron (reaksi terjadinya kenaikan biloks).”

BAB III

MATERI DAN METODA

3. 1 Waktu dan tempat

1. Pemisahan dan Pemurnian

Waktu : Kamis, 29 Oktober 2009 pukul 14.00 Wib

Tempat : Laboratorium MIPA Universitas Jambi

2. Stoikiometri

Waktu : Kamis, 05 November 2009 pukul 14.00 Wib

Tempat : Laboratorium MIPA Universitas Jambi

3. Faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi

Waktu : Kamis, 12 November 2009 pukul 14.00 Wib

Tempat : Laboratorium MIPA Universitas Jambi

4. Kromatografi

Waktu : Kamis, 03 Desember 2009 pukul 14.00 Wib

Tempat : Laboratorium MIPA Universitas Jambi

5. Redoks

Waktu : Kamis, 10 Desember 2009 pukul 14.00 Wib

Tempat : Laboratorium MIPA Universitas Jambi

3. 2 Materi

1. Pemisahan dan Pemurnian

Pada praktikum ini menggunakan alat dan bahan berupa gelas kimia,corong, cawan penguap,pembakar,kertas saring,garam dapu,kapur tulis,yod,gelas ukur 50 ml,pasir,kaca arloji,CuSO4,dan 5H2O.

2. Stoikiometri

Alat dan zat yang digunakan dalam praktikum stoikiometri adalah sebagai berikut : Gelas kimia, gelas pengaduk, pengaduk, thermometer, larutan CuSO4, larutan NaOH, larutan HCL, dan larutan H2SO4.

3. Faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi

Alat dan bahan yang dipergunakan dalam praktikum ini adalah : balon, labu 100 ml, butiran seng, laqrutan asam klorida 6M, 3M, 1,8M, dan 1M, stopwatch, labu 250ml 4 buah tabung ukur 100ml, larutan natrium tiosulfat 1M, larutan asam klorida 5M, batang gelas, gelas kimia 100 ml, mortar kalium iodide, mercuri klorida, marmer, larutan HCL 1 M, balon, labu ukur 100ml, pipet tetes 3 buah, gelas kimia 150ml, tabung ukur 25ml, tabung reaksi kecil, penjepit tabung reaksi, rak tabung reaksi, larutan asam oksalat 0,05M, larutan kalium permanganate 0,01M, larutan asam sulfat 0,5M, larutan natrium tiosulfat ),15M, larutan asam klorida 3M.

4. Kromatografi

Alat dan bahan yang digunakan dalam praktikum ini adalah kertas Kromatografi, gelas kimia, lidi, tinta warna Biru, Hijau dan Merah.

5. Redoks

Alat dan bahan yang dipergunakan dalam praktikum titrasi oksidasi reduksi adalah pipet 25 ml, biuret 50 ml, labu titrasi 250 ml, labu takar, larutan asam oksalat, larutan KMnO4 dan pembakar.

3. 3 Metoda

1. Pemisahan dan Pemurnian

Percobaan pertama,masukkan 1 sendok pasir kedalam gelas kimia yang berisi air kemudian diaduk sampai homogen. Biarkan pasir mengendap,kemudian dilakukan penuangan bagian atas.

Percobaan kedua,masukkan bubuk kapur(kapur yang telah dihaluskan) kedalam gelas kimia kemudian aduklah. Siapkan corong dan kertas saring lalu saring campuran air dan kapur itu.

Percobaan ketiga,larutkan garam dalam gelas kimia berisi air,kemudian larutkan garam ini dan disaring dengan menggunakan kertas saring. Kemudian panasi larutkan garam tersebut dalam cawan penguapan dengan menggunakan api,dan amatilah apa yang terjadi.

Percobaan keempat,larutkan 5 gram garam CuSO4,5H2O kedalam 25 ml air . uapkan larutan ini hingga volumenya menjadi 5 ml,kemudian didinginkan. Perhatikan bentuk kristal yamg terjadi.

Percobaan kelima,campurkan ± 1 sendok pasir dan 1 sendok garam dapur sampai homogen,dan masukkan kedalam gelas kimia. Panaskan campuran garam dengan pasir ,setelah itu biarkan dingin sebentar campurkan dengan air,kemudian disaring.

Zat padat yang tertinggal dicorong dicuci dua-tiga kali dengan ± 5 ml air. Air saringan dan air cucian disatukan ,kemudian diuapkan dalam cawan penguapan. Jika air hampir habis ,pembakaran disisihkan dan biarkan air menguap dengan sendirinya.

Percobaan keenam,masukkan ± 2 gram yod yang kotor (dikotori dengan pasir atau natrium karbonat) kedalam cawan penguapan. Tutup cawan penguapan tersebut dengan kaca arloji yang berisi air. Panaskan perlahan-lahan sampai terbentuk zat padat padaa alat kaca arloji. Sesudah didinginkan kumpulkan kristal-kristal tersebut. Perhatikan bentuk kristal yang terbentuk itu.

2. Stoikiometri

Cara pengerjaan stoikiometri ada dua cara yaitu :

1. Stoikiometri Sistem CuSO4 - NaOH

a. Gunakan larutan CuSO4 1 M dan NaOH 2 M, Masukkan 40 ml NaOH ke dalam gelas kimia dan catat temperaturnya

b. Sementara diaduk, tambahkan 10 ml larutan CuSO4 yang diketahui temperature awalnya dan amati temperature dari campuran. ( Hal yang perlu dicatat, temperature larutan CuSO4 harus diatur agar sama dengan temperature larutan alkali dalam gelas kimia sebelum pencampuran ).

c. Ulangi percobaan, menggunakan 20 ml NaOH dan 30 ml CuSO4, sekali lagi menggunakan 10 ml NaOH dan 40 ml CuSO4 dan akhirnya menggunakan 30 ml NaOH dan larutan CuSO4.

2. Stoikiometri Asam - Basa

a. Kedalam 3 buah gelas piala masukkan berturut-turut 2, 4, dan 6 larutan NaOH, dan kedalam 5 buah gelas piala lainnya masukkan berturut-turut 2, 4 dan 6 ml larutan HCL.

b. Temperatur dari tiap-tiap macam larutan diukur, dicatat, kemudian diambil harga rata-ratanya. ( Ini adalah temperature mula-mula TM ).

c. Setelah itu kedua macam larutan ini dicampurkan sedemikian rupa, sehingga volume campuran larutan asam dan basa ini selalu tetap, yatu 30 ml.

d. Perubahann temperature yang terjadi selama pencampuran ini diamati dan dicatat sebagai temperature akhir, TA. ∆T = TA - TM. Dengan demikian diperoleh harga ∆T untuk setiap kali pencampuran larutan asam dan basa.

e. Selanjutnya, buatlah grafik antara ∆T ( sumbu Y ) dan volume asam-basa (sumbu X).

f. Lakukan percobaan yang sma terhadap campuran NaOH dan H2SO4. Perbedaan apakah yang mungkin terdapat jika dibandingkan terhadap percobaan sebelumnya.

3. Faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi

Reaksi antara seng dan aam clorida. Isikan seng sebanyak 2gr kedalam balon, kemudian pasang balon itu pada labu yang mengandung 50ml larutan asam clorida 1M. Jalankan stopwatch tepat pada seng itu dijatuhkan kepada larutan asam clorida dan hentikan stopwatch itu tepat pada saat balon itu dapat berdiri. Lakukan hal yang sama dengan larutan asam klorida 1,8M, 3M, dan 6M. Catat hasil-hasil pengukuran waktu yang dicapai itu pada lembaran pengamatan.

Reaksi antara Natrium Tiosulfat dan asam klorida. Tuangkan kedalam masing-masing labu, yang ditandai A, B, C, dan D 25ml Natrium Tiosulfat !M. Kedalam B, C dan D tambahkan berturut-turut 50ml, 75ml, dan 125ml air dan guncangkan labu-labu itu agar terjadi pencampuran yang sempurna. Kepadal labu A bubuhkan 25 ml asam klorida 5M dan kocok loabu itu jalankan stopwatch tepat pada larutan asam klorida dituangkan dan hentikan stopwatch itu tepat saat kekeruhan terjadi. Lakukan hal yang sama dengan labu B, C, dan D. Bandingkan kecepatan pembebasan belerang itu dan terangkan hasil-hasil yang tercapai itu. Catat semua hasil percobaan pada lembaran pengamatan.

Reaksi antara kalium iodide dan mercuri klorida. Taruh kira-kira 2gr masing-masing dari kalium dan mercuri klorida dalam gelas kimia dan amati perubahan yang terjadi. Aduk campuran itu dengan batang gelas, mula-mula secara perlahan-lahan, kemudian dengan kuat sekali dan akhirnya tambahkan air 1ml. Catat semua pengamatan pada lembaran pengamatan. Sekarang gerus dahulu kedua zat itu secara terpisah dan cxampurkan dalam gelas kimia. Aduk dengan batang gelas dan amati apa yang terjadi. Catat semua pengamatan pada lembaran pengamatan.

Reaksi antara kalium karbonat dan asam klorida. Isi balon dengan 2gr marmer butiran dan pasang balon itu pada labu yang sebelumnya telah diisi dengan 50 ml asam klorida 1 M.Reaksi marmer itu dengan menjatuhkannya di dalam asam klorida itu. Ukur waktu yang diperlukan agar balon itu terisi dengan karbondioksida lakukan hal yang sama dengan 2gr marmer yang telah digerus halus. Bandingkan hasil-hasil pengukuran waktu yang diperoleh itu dan terangkan.

Reaksi antara kalium permanganate dan asam oksalat. Encerkan 50 tetes larutan asam oksalat dengan air hingga menjadi 25 ml (larutan A). Lakukan hal yang sama dengan kalium permanganate (larutan B). dalam satu tabung reaksi kecil bubuhkan kedalam 2 tetes larutan A, 2 tetes larutan asam sulfat 0,5 M dan 1 tetes larutan B. Jalankan stopwatch ketika tetes terakhir ini di tambahkan, ukur waktu yng diperlukan agar warna larutan hilang. Panaskan tabung reaksi yang mengandung dua tetes larutan A dan 2 tetes larutan asam sulfat 0,5 M dalam air mendidih selama 10 detik. Kemudian tambahkan 1 tetes larutan B dan catat waktu yang diperlukan agar warna kalium permanganat itu hilang. Terangkan hasil-hasil yang didapat itu dalam lembaran pengamatan.

Reaksi antara natrium tiosulfat dan asam klorida. Buat tanda hitam pada sehelai kertas putih dan tempatkan sebuah tabung reaksi di atas tanda itu. Kedalam tabung itu bubuhkan 2 tetes larutan natrium tiosulfat 0,15 M dan 2 tetes larutan asam klorida 3 M. Ukur waktu yang diperlukan untuk menmgaburkan tanda hitam itu. Kedalam tabung reaksi lain bubuhkan 2 tetes larutan natrium tiosulfat 0,15 M dan celupkan tabung itu selama 10 detik dalam air mendidih. Kemudian taruh tabung itu di atas tanda hitam tadi, bubuhkan 2 tetes asam klorida 3 M dan amati waktu yang diperlukan untuk mengaburkan tanda hitam itu. Catat semua pengamatan pada lembaran pengamatan dan terangkan hasil-hasil yang didapat itu.

4. Kromatografi

Awalnya buatlah garis dengan pinsil 1 cm dari tepi bawah kertas kromatografi yaitu semacam kertas saring.

Lalu buatlah titik dengan tinta Hijau ditengah garis yang telah dibuat.

Kemudian buatlah titik lain dengan tinta yang ada yaitu di sebelah kanan dan kiri titik Hijau dengan jarak 2 cm, biarkanlah titik kering.

Gulunglah kertas kromatografi itu sehingga berbentuk silinder.

Tempatkan kertas dalam gelas kimia yang berisi air setinggi 1 cm sehingga ujung kertas tercelup dalam air (usahakan titik tinta tidak tercelup dalam air pada gelas tersebut).

Biarkan air merambat ke bagian atas kertas. Zat warna dalam tinta akan ikut merambat naik.

Jika air sudah merambat mendekati ujung atas pada kertas, keluarkan kertas, beri tanda batas rambat air.

Perhatikan noda-noda zat warna dan garis dalam tinta, biarkan tinta menjadi kering pada kertas saring.

Ukur jarak batas air dan jarak tiap noda zat-zat warna dari garis pensil pada ujung bawah kertas.

Hitung harga perbandingan kedua jarak dengan rumus sebagai berikut :

Buat kromatogram dari titik tinta yang tidak dapat dikenal, misalnya pencampuran 2 zat warna.

5. Redoks

Metode yang dipakai ada praktikum ini adalah :

Pipet 10 ml larutan asam oksalat standar kedalam labu titrasi. Tambakan 15 ml air dan tambahkan 15 ml HSO.

Panaskan sampai mendidih (± 70° C). Titrasi dengan larutan KmnO sehingga terjadi perubahan warna (perhatikan pada awal titrasi warna KmnO tidak segeran hilang).

BAB IV

PEMBAHASAN

4. 1 Pemisahan dan Pemurnian

Hasil percobaan pertama,sebelum dicampurkan pasir dan air berwarna bening. Setelah dicampur padi dan diaduk rata warna ainya menjadi keruh dan pasirnya mengendap dibagian bawah. Ini memakai cara dekantasi,terjadi pemisahan yang jelas.

Hasil percobaan kedua,kapur yang telah dihaluskan dicampur dengan air,maka menyatulah kedua zat tersebut terlihat adanya serbuk-serbuk putih. Kemudian disaring dengan menggunakan kertas saring,dan hasil penyaringannya air dengan warna bening. Jadi dengan cara dekantasi ini tidak berhasil tapi dengan caraa penyaringan baru memperoleh hasil. Kapur apa bila mengendap akan mengalami kejenuhan.

Hasil percobaan keetiga,garam dilarutkan didalam air sehingga rata kemudian disaring dengan menggunakan corong dan kertas saring. Tidak terlihat pemisahan secara jelas. Setelah itu hasil saringan tersebut diuapkan atau dipanaskan diatas pembakaran. Setelah dipanaskan maka akan terlihat pemisahan yang berupa kristal-kristal dan setelah didinginkan kristal akan berkurang.

Hasil percobaan keempat,larutan garam CuSO4 dilarutkan kedalam 25 ml air. Lalu larutan tersebut diuapkan atau dipanaskan kemudian setelah dipanaskan hingga airnya mengurang terdapat kristal-kristal bagian tepinya. Setelah didinginkan kristalnya lama-kelamaan berkurang.

Hasil percobaan kelima,pasir dan garam diaduk menjadi satu hingga homogen kemudian campuran tersebut dipanaskan dan disaring (setelah terlebih dahulu diberi air). Zat yang tertinggal dicuci dua-tiga kali dengan ± 5 ml air. Hasil cucian pertama berwarna kekuning-kuningan, hasil saringan kedua dan ketiga warnanya semakin pekat. Setelah itu air saringan dan cucian diuapkan terdapat kristal-kristal.

Hasil percobaan keenam,setelah 2 gram yod yang kotor (dikotori dengan pasir atau natrium karbonat) dimasukkan kedalam cawan penguapan setelah itu cawan penguapan ditutup menggunakan kaca arloji yang berisi air lalu dipanaskan secara berlahan-lahan sampai terbentuk zat padat pada kaca arloji setelah itu didinginkan lalu kristal-kristalnya dikumpulkan. Bentuk kristal yang terbentuk adalah kristal yang kecil-kecil.

Jadi kesimpulannya, Suatu larutan yang dicampurkan dengan air dan kemudian disaring terdapat perbedaan dan hasil saringan tersebut dipanaskan akan terlihat beberapa kristal. Sebagai contoh garam ini merupakan suatu komponen.Bila suatu campuran yod dengan natrium karbonat dapat menimbulkan kristal yang berwarna.Begitu juga dengan campuran garam dan pasir,air yang awalnya bening semakin disaring dan dicuci air saringan tersebut semakin pekat.Dari percobaan-percobaan ini berarti ada banyak cara atau metode untuk melakukan pemisahan dan pemurnian.

4. 2 Stoikiometri

Pengamatan

Stoikiometri CuSO4 – NaOH

NaOH CuSO4

ml ml

TM

TA

∆T

6 2

4 4

2 6

30

29,5

30

32

33

32

2

3,5

2

Stoikiometri Asam – Basa

a.NaOH - HCL

NaOH - HCL

ml ml

TM

TA

∆T

6 2

4 4

2 6

29,5

29,75

29,5

48

48

36

18,5

18,25

6,5

b.NaOH - H2SO4

NaOH - H2SO4

ml ml

TM

TA

∆T

6 2

4 4

2 6

28,5

29

29,5

31

39

44

2,5

10

14,5

1.Grafik Stoikiometri CuSO4 - NaOH

2.Grafik stoikiometri NaOH - HCL

3. Grafik stoikiometri NaOH - H2SO4

Jadi Kesimpulannya,

Stoikiometri CuSO4

Semakin tinggi volume larutan NaOH semakin rendah temperature yang dihasilkan dan Semakin rendah volume larutan NaOH, maka semakin tinggi temperature yang dihasilkan

Stoikiometri NaOH - HCL

Semakin tinggi volume asam maka suhu semakin rendah, Semakin rendah volume asam maka suhu semakin tinggi, Dan Semakin tinggi basa,, maka suhu

Stoikiometri NaOH - H2SO4

Semakin rendah volume NaOH, maka temperatur yang dihasilkan semakin tinggi. Dan begitu pula sebaliknya, semakin tinggi volume NaOH maka temperature yang dihasilkan semakin rendah.

4. 3 Faktor-faktor yang Mempengaruhi Laju Reaksi

Isikan seng sebanyak 2gr ke dalam balon. Kemudian pasang balon itu pada labu yang mengandung 50ml larutan asam klorida 1M. Jalankan stopwatch tepat pada saat seng dijatuhkan ke HCl dan hentikan stopwatch itu tepat pada saat balon itu dapat berdiri. Seperti diterapkan pada table berikut :

Konsentrasi HCl

Waktu (menit)

1 M

4,35 menit

3 M

52,51 menit

6 M

17,70 menit

Jadi, kesimpulannya yaitu : Semakin tinggi konsentrasi maka, semakin cepat terjadi reaksi, dan juga semakin besar laju reaksi dan partikelnya, maka laju reaksinya pun semakin cepat bereaksi, Sahma (1997) mengatakan , bahwa laju pertumbuhan butir seng merupakan factor lain yang mempengaruhi ukuran balon yang akan mengalami pengembangan yang sangat cepat karena dipengaruhi oleh larutan asam klorida dan butiran seng. Konnaso (1991) mengatakan, bahwa factor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi adalah pengaruh konsentrasi, pengaruh besar partikel atas laju reaksi, pengaruh temperature atas laju reaksi, pada temperature-temperatur atas laju reaksi ini tergantung pada zat-zat pereaksi.

Tuangkan kedalam 4 labu ukuran 25ml Natrium Tiosulfat, lalu dicampur dengan HCl 1M, 3M, dan 6M dan juga air, maka waktu yang diperlukan untuk terjadinya reaksi atau perubahan warna akan berbeda-beda tergantung pada konsentrasi ke empat campuran. Dan tidak terjadi reaksi antara tidak ada konsentrasi. Seperti diterapkan pada tabel berikut ini :

Labu

Larutan

Waktu (sekon)

A

HCl 1M

13,86 sekon

B

HCl 3M

12,30 sekon

C

HCl 6M

16,65 sekon

D

Air

32,34 sekon

Jadi,kesimpulannya yaitu : Semakin besar molar suatu zat, maka semakin cepat laju reaksinya terjadi. Bird (1993) mengatakan, bahwa kecepatan reaksi tergantung pada ion yang mengandung asam dan dengan adanya natriuum tiosulfat maka akan membebaskan iodium telah diasamkan dengan asam sulfat.

Buatlah tanda hitam pada sehelai kertas putih dan tempatkan tabung reaksi diatas tanda itu. Bubuhkan 2 tetes Natrium Tiosulfat dan 2 tetes HCl, kemudian ukurlah waktu yang diperlukan untuk mengaburkan tabda hitam itu. Lalu lakukan hal yang sama dengan mencelupkan tabung pada air yang mendidih selama 10 detik, catat atau amati waktu, catat atau amati waktu yang diperoleh. Seperti diterapkan tabel berikut ini :

Tabung

Temperatur

Waktu (menit)

1

Air mendidih 100ºC

10,50 menit

2

Air mendidih 100ºC

06,54 menit

Jadi,dapat ditarik Kesimpulannya yaitu : Semakin besar temperature yang diberikan, maka semakin cepat laju reaksi berlangsung. Dan juga semakin besar molaritasnya, maka semakin cepat konsentrasinya. Konnaso (1991) mengatakan, bahwa factor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi adalah pengaruh konsentrasi, pengaruh besar partikel atas laju reaksi, pengaruh temperature atas laju reaksi, pada temperature-temperatur atas laju reaksi ini tergantung pada zat-zat pereaksi. Whiskia (1994) mengatakan, bahwa salah satu metode penentuan orde reaksi menurut waktu atau reaksi awal dari sederet percobaan. Metode membutuhkan pemetaan yang tepat dari fungsi konsentrasi pereaksi antara waktu yang dipergunakan untuk mendapatkan hasil yang tepat.

4. 4 Kromatografi

Setelah dilakukan percobaan sesuai dengan tahap yang ada pada diktat, maka dapat diperoleh hasil dimana jarak antara batas air sebesar 3 cm, noda Biru sebesar = 1,5 cm, jarak batas air sebesar 4 cm dan noda Merah yaitu 1,2 cm, jarak batas air 4 cm dan noda Hijau sebesar 0,5 cm.

Dari hasil yang diperoleh dari praktek dapat diperoleh perhitungan sebagai berikut :

Dik : Jarak air Biru = 3 cm

Jarak air Merah = 4 cm

Jarak air Hijau = 4 cm

Jarak noda Biru = 1,5 cm

Jarak noda Merah = 1,2 cm

Jarak noda Hijau = 0,5 cm

Dit :

Penyelesaian : Biru : = 0,5 cm

Merah : = 0,3 cm

Hijau : = 0,125 cm

Jadi kesimpulannya, dari hasil percobaan bahwa jarak dari air pada tiap zat warna tidak sama dan juga jarak noda yang ikut merambat naik juga tidak ada yang sama. Selain itu dapat disimpulkan pula bahwa warna dari tinta yang merambat lebih muda dari warna tinta yang pertama kali diteteskan pada kertas.

4. 5 Redoks

Untuk mentritrasikan 5 ml larutan asam oksalat memerlukan 2,5 ml KMnO4. Hal ini sesuai denga pendapat dari Drs. Wahyuni yang menyatakan bahwa reaksi oksidasi reduksi dalam larutan hanya berlangsung dalam suasana asam dan basa.

Pada titrasi redoks akan mengalami perubahan warna dari awal titrasi sampai setetes titrasi dalam larutan KMnO4 yang dicampur.

Setelah titrasi 7, 5 ml awal titrasi 4, 3 jumlah KMnO4 3, 2 ml hasil titrasi 5 ml larutan asam oksalat memerlukan 3, 2 ml KMnO4.

Titrasi -1

Titrasi -2

Kedudukan Buret :

- Setelah titrasi

- Awal titrasi

Jumlah KMnO4 yang digunakan (ml)

7, 5 ml

4, 3 ml

3, 2 ml

5 ml

M = n/v

Mol H2C2O4 = M . V

H2C2O4 = 0, 5 m . 5 ML= 2, 5 MOL

MOL KMnO4 = koof KMnO4/kooF H2C2O4 X mol H2C2O4

= 2/5 X 2, 5 mol

= 1 mol

BAB V

PENUTUP

5. 1 Kesimpulan

Kimia dasar merupakan pelajaran yang mencakup teori dan praktek. Pada hal laporan ini dibahas mengenai praktikum yang diantaranya, pemisahan dan pemurnian, stoikiometri, faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi, kromatografi dan redoks.

Ada beberapa cara pemisahan campuran: Filtrasi (penyaringan), Kristalisasi (penghabluran), Destilasi(penyulingan).

Faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi adalah benda-benda yang mempengaruhi konsentrasi, besar partikel dan temperature atas laju reaksi.

Kromatografi adalah suatu tekhnik pemisahan dan pengidentifikasian campuran berdasarkan perbedaan suatu kecepatan perambatan komponen dalam medium tertentu dan pada kromatografi, komponen-komponennya akan dipisahkan antara dua buah fase yaitu fase diam dan fase gerak. Di fase diam akan menahan komponen campuran sedangkan fase gerak akan melarutkan zat komponen campuran. Komponen diam yang mudah tertahan pada fase diam akan tertinggal dan komponen yang mudah larut dalam fase gerak akan dapat bergerak lebih cepat.

Persamaan reaksi redoks dap[at dilakukan dengan dua cara yaitu ½ (setengah) reaksi atau metode bilangan oksidasi. Dalam reaksi kimia yang terjadi pada sel elektrokimia berlangsung spontan dan menghasilkan arus listrik yang sangat berguna”

5. 2 Saran

Dalam praktikum kimia dasar masih sangat diperlukan bimbingan khusus, terutama pada penggunakan alat-alat laboratorium. Serta dalam pembahasan materi juga diperlukan bimbingan yang baik. Sehingga permasalahan dan ujuan dalam praktikum dapat terselesaikan dan tercapai secara maksimal